Arti dan Filosofi Bamboo Dome, Bangunan Unik Lokasi Makan Siang Kepala Negara G20

Arti dan Filosofi Bamboo Dome, Bangunan Unik Lokasi Makan Siang Kepala Negara G20

Presiden Joko Widodo melayani beberapa pimpinan negara G20 di halaman belakang Apurva Kempinski, Nusa Dua Bali, Selasa. Persisnya di bangunan Bamboo Dome, lokasi yang serupa tempat diadakannya komunitas Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Berada di pinggir pantai, Bamboo Dome bisa disaksikan dari anjungan lobi hotel. Di di dalam ruangan makan selebar sekitaran 800 mtr. persegi itu, disiapkan 43 bangku.

Bangku dan meja besar diatur melingkar. Hingga beberapa pimpinan dan delegasi bisa nikmati sajian makanan ciri khas Indonesia bersama.

Peristiwa makan siang jadi satu tatap muka penting dalam serangkaian KTT G20. Hingga memerlukan waktu dan ide terbaik.

Visual Creative Consultant KTT G20, Elwin Mok bercerita proses rencanaya dilaksanakan nyaris selama setahun. Awalannya akan dibangun tenda-tenda di halaman belakang Apurva Kempinski karena keinginan Presiden Joko Widodo benar-benar simpel.

“Saat itu, permohonannya cukuplah sederhana, Presiden Joko Widodo ingin makan siang dengan panorama laut,” kata Elwin melalui tayangan persnya, diambil di Bali, Rabu.

Gagasan untuk membangun tenda selanjutnya gagal karena kekuatiran kuatnya angin pantai yang bersebelahan langsung dengan Samudera Hindia. Team inovatif selanjutnya berunding intensif dengan koordinator Team Pendampingsi dan Kerja sama G20, Wishnutama termasuk Sekretariat Negara.

Gagasan selanjutnya ialah membangun bangunan yang dengan bahan bata dan batu. Tetapi gagasan ini dibatalkan dengan pemikiran bangunan cuma memiliki sifat sementara dan akan dibedah sehabis penyelenggaraan G20.

“Kami harus cari suatu hal yang unik yang cuma diutamakan untuk G20,” kata Elwin.

Ide dapat ada dalam beragam peluang saat diperjalanan singkat ke Pantai Melasti di selatan Bali, Elwin bersama teamnya mendapatkan gagasan cemerlang. Mereka menyaksikan beberapa karyawan konstruksi memakai bambu dalam sebuah project bangunan sesudah dialog dengan team ditetapkan bambu jadi bahan khusus untuk lokasi makan siang.

Bambu simpan filosofi yang paling dalam, gampang untuk dibuat meliuk karena karakternya yang lentur, plastis, dan mudah menyesuaikan. Disamping itu, bangunan bambu populer terkuat pada guncangan gempa.

Team selekasnya membuat design disamakan dengan kehidupan warga Bali, “Dari sejak kecil telah membuat mainan bambu,” tutur Rubi Roesli, pendesain Bamboo Dome.

Disamping itu untuk memperdalam gagasan, Rubi dan Elwin selanjutnya menjumpai pendidik dan ahli penghitungan bambu Kampus Gajah Mada (UGM) Ashar Saputra. Mereka berunding sampai memperoleh wujud yang pas yakni kubah 1/2 lingkaran atau dome.

“Jadi sesuai simbol G20 berbentuk gunungan,” kata Rubi.

Apa lagi bambu ramah lingkungan. Hingga sesudah KTT G20 Bamboo Dome dibedah bambunya bisa digunakan ulangi untuk kepentingan lain.

Tidak cuma dari segi arsitektur Bamboo Dome bisa sekalian promo Indonesia ke dunia internasional akan kualitas budaya Indonesia.

“Kami ingin memperlihatkan jika di tengah-tengah dunia yang sintetis, ada Indonesia yang orisinal,” tandas Elwin.

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …