203 Kg Sampah Diangkut dari Sungai Ciliwung

203 Kg Sampah Diangkut dari Sungai Ciliwung

Kepedulian pada kebersihan Sungai Ciliwung diperlihatkan PT Pertamina Hulu Rokan bersama Direktorat Jenderal Pengaturan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sampah sekitar 203,6 kg sukses diangkut dari Sungai Ciliwung, Kota Depok, Jawa Barat.

Direktur Utama PHR Jaffee Arizon Suardin menjelaskan, kegiatan susur sungai dan tindakan bersih bekerja bersama dengan KLHK terutamanya Ditjen PPKL. Tindakan bersih dilaksanakan di Sungai Ciliwung yang bersinergi dengan komunitas di Kota Depok.

“Kita bersihkan sungai dan sukses mengusung sampah seberat 203,6 kg sampah,” tutur Jaffee Arizon Suardin.

Jaffee Arizon Suardin menerangkan, sampah yang terbawa dimasukkan ke 28 karung. Nanti sampah itu akan dipisah dan didaur ulang lagi.

“Jadi kami ikut konsen akan kelestarian lingkungan satu diantaranya sungai,” terang ia.

Menurut Jaffee, karakter sungai di Sumatera berlainan dengan Sungai Ciliwung di Kota Depok. Tetapi, pihaknya akan menolong program yang telah jalan hingga jadi lebih bagus untuk kelestarian lingkungan.

“Tentu saja kami mendukung program yang telah jalan hingga dapat jadi lebih baik,” sebut Jaffee.

Buka Lapangan Tugas
Pertamina Hulu Rokan selainnya usaha tingkatkan produksi, ikut memerhatikan lingkungan. Sbelumnya pihaknya sudah buka lapangan kerja untuk warga sekitar 37.000 tenaga pekerja.

“Disamping itu, Kami telah memasangkan PLTS dan konservasi lingkungan, dan pengendalian air,” sebut Jaffee.

Selanjutnya ia menjelaskan, selainnya perduli dengan sungai, Pertamina Hulu Rokan perduli akan satwa yang berada di Sumatera. Sebagai contoh turut menolong jaga kelestarian gajah agar bisa berkembang biak.

“Gajah masih tetap bisa jalan kelestariannya meskipun ada jalan tol. Bahkan juga sempat disaksikan Pak Presiden saat beliau bertandang ke Riau kemarin,” papar Jaffee.

Sungai Jadi Tempat Wisata
Dalam pada itu, Ditjen PPKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sigit Reliantoro menjelaskan, kegiatan susur sungai dan tindakan bersih untuk mengenalkan ke subsektor Pertamina. Dari kegiatan itu Pertamina bisa mewujudkan di daerah yang mempunyai karakter sungai.

“Dengan demikian ada binaan dan kita mengharap bila pergerakannya datang dari warga hingga sungai semakin lebih bersih kembali, karena warga sendiri yang jaga,” tutur Sigit.

Sigit menjelaskan, sungai sering jadi warga yang tidak bertanggungjawab untuk buang sampah. Tetapi, jika sungai jadi wisata untuk dicicipi keelokannya akan kurangi sampah di sungai.

“Jika sungai jadi tempat wisata kita dapat memperoleh nikmati keelokannya, orang akan malu untuk buang sampah ke sungai,” papar Sigit.

KLHK sudah mempunyai sekitaran 14.000 pengawasan sungai di Indonesia. Ada pengawasan itu KLHK akan ketahui dan mengawasi kualitas sungai dan usaha menangani masalahnya.

“Kami ikut menggerakkan komunitas untuk jaga sungai, umumnya jika pergi dari komunitas hasilnya jauh lebih bagus,” tandas Sigit.

About admin

Check Also

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana Wakil …