Andi Mallarangeng: Demokrat Tidak Pernah Memaksa Calon wakil presiden Harus AHY

Andi Mallarangeng: Demokrat Tidak Pernah Memaksa Calon wakil presiden Harus AHY

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menjelaskan jika perbincangan tim kecil makin dekat untuk capai persetujuan berkaitan gagasan Koalisi Partai Demokrat, Partai NasDem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Dalam perbincangan dari laporan tim kecil itu makin lama makin dekat dan pada titiknya kita akan capai persetujuan,” kata Andi selesai dialog bertema “Figure Pimpinan Partai Kesempatan Calon presiden 2024”.

Tetapi, Andi menepiskan jika maklumat koalisi peralihan akan selekasnya dipublikasikan dalam kurun waktu dekat. Bukannya berlomba pada tenggat waktu, menurut dia yang paling penting bagaimana capai persetujuan bersama.

“Kami tidak memiliki deadline. Kami yang perlu semua persetujuan yang dibutuhkan telah ditetapkan, disetujui. Jika itu telah disetujui semua pada sebuah paket kami sudah siap maklumat,” katanya.

Andi mengharap persetujuan bersama berkaitan koalisi peralihan selekasnya terwujud untuk pada akhirnya dapat dipublikasikan ke khalayak. Dia menjelaskan proses itu tinggal sedikit kembali agar bisa terlaksana.

“Semuanya sudah banyak yang disetujui bersama, tetapi memang status kami ialah semuanya disetujui dahulu baru kita maklumat bersama. Semoga dapat semakin cepat,” ucapnya.

Tidak Pernah Paksa Harus AHY
Dia menyebutkan Partai Demokrat fleksibel pada keputusan sosok yang hendak menemani Anies Baswedan sebagai cawapres (cawapres), walau dinilai Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sanggup menambahkan suara dan kepopuleran.

“Kami tak pernah memaksa harus AHY, tidak, tetapi jangan memaksa ngomong tidak boleh ‘ini’, kita dalam bertiga (PKS, Demokrat, dan NasDem) ini sama dengan,” katanya.

Resisten
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu lalu bercanda, “Jika (judul) lagu kan ‘Ojo Dibanding-Bandingke’, kita monggo dibanding-bandingke, jika ada yang lebih bagus ya monggo”.

Andi menyentuh ada beberapa pihak tertentu yang resisten pada kedatangan koalisi peralihan.

“Ada yang resisten dengan koalisi peralihan karena jika ini tercipta ada berada di belakangnya ialah juta-an rakyat yang inginkan peralihan dan pembaruan,” katanya.

About admin

Check Also

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana Wakil …