Argumen Kejagung Periksa Tempat Golf Pondok Indah di Kasus Korupsi BTS Kominfo

Argumen Kejagung Periksa Tempat Golf Pondok Indah di Kasus Korupsi BTS Kominfo

Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Pondok Indah Golf Course atau PT Pondok Indah Padang Golf berkaitan kasus sangkaan tindak pidana korupsi pengadaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur simpatisan paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020-2022.

Direktur Penyelidikan Beskal Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Kuntadi sampaikan, lokasi itu jadi tempat tatap muka pengurusan project itu.

“Ya ada info ada tatap muka pada tempat itu, kita check,” papar Kuntadi di Kejagung, Jakarta Selatan.

Menurut Kuntadi, pihaknya mencari beberapa hal pada tempat golf itu. Ia tidak menolak terhitung usaha pengecekan CCTV berkaitan tatap muka project BTS Kominfo.

“Lebih (tatap muka lebih dari dua orang),” terang ia.

Walau demikian, Kuntadi masih malas menguraikan pihak mana yang datang dalam tatap muka itu. Terhitung kekuatan orang yang datang jadi terdakwa kasus kasus korupsi project BTS Kominfo.

“Kelak (perkembangannya),” Kuntadi menandaskan.

Pemeriksaan
Kejaksaan Agung (Kejagung) lakukan serangkaian pemeriksaan berkaitan kasus sangkaan tindak pidana korupsi pengadaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur simpatisan paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020-2022. Beberapa lokasi dimulai dari rumah, kantor, sampai tempat golf juga jadi target.

Direktur Penyelidikan Beskal Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Kuntadi sampaikan jika tim penyidik lakukan pemeriksaan di dua lokasi.

“Rumah LH yang ada di Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan. dan rumah HE Palupy yang ada di Kota Depok,” papar Kuntadi saat diverifikasi.

Selanjutnya pada Rabu 11 Januari 2023, penyidik memeriksa rumah LH yang ada di Depok dan Kantor Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Info (BAKTI) di Centennial Tower, Jalan Gatot Subroto Kavling 24-25, RT2 RW2, Karet, Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Hari Kamis tanggal 12 Januari 2023 pemeriksaan di Wisma Kodel Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B4 Jakarta dan Pondok Indah Golf Course atau PT Pondok Indah Padang Golf, Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan,” terang ia.

Dalam pada itu, tersebar info ada pemeriksaan di tempat tinggal Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate. Tetapi, Kuntadi menolak berita itu.

“Tidak ada,” Kuntadi menandaskan.

Terdakwa
Awalnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah memutuskan tiga terdakwa dalam kasus sangkaan korupsi pengadaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur simpatisan paket 1, 2, 3, 4, dan 5 Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Info (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Tahun 2020-2022.

Adapun Tiga terdakwa itu, yakni; Anang Achmad Latif (AAL) sebagai Direktur Utama BAKTI Kominfo, Galumbang Menak S (GMS) sebagai Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, dan Yohan Suryato (YS) sebagai Tenaga Pakar Human Development Universitas Indonesia (Hudev UI) Tahun 2020.

Kepala Pusat Pencahayaan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana menyebutkan ke-3 terdakwa langsung dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat.

“Tim penyidik pada Direktorat Penyelidikan Jampidsus sudah memutuskan dan lakukan penahanan pada 3 orang terdakwa,” tutur Ketut dalam penjelasannya.

Ketut menyebutkan, ke-3 nya akan ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba cabang Kejaksaan Agung sepanjang 20 hari terhitung semenjak 4 Januari 2023 sampai 23 Januari 2023.

Menurut Ketut, AAL dijaring karena diperhitungkan menyengaja keluarkan ketentuan yang sudah ditata sebegitu rupa untuk tutup kesempatan beberapa calon peserta lain hingga tidak diwujudkan kompetisi usaha yang sehat dan bersaing dalam memperoleh harga penawaran.

“Hal tersebut dilaksanakan dalam rencana untuk amankan harga penyediaan yang telah di mark-up sebegitu rupa,” katanya.

Sementara GMS secara bersama memberi saran dan anjuran ke AAL ke Ketentuan Direktur Utama yang ditujukan untuk memberikan keuntungan supplier dan konsorsium dan perusahaannya sebagai salah satunya vendor salah satunya piranti.

Dan YS diperhitungkan manfaatkan Hudev UI untuk membikin pengkajian tehnis yang dibikinnya sendiri. Pengkajian tehnis dalam rencana menampung kebutuhan AAL untuk ditempatkan ke pengkajian hingga terjadi kemahalan harga pada OE.

“Disamping itu, di hari ini dalam rencana untuk perkuat penyelidikan, tim penyidik lakukan usaha pemeriksaan di empat lokasi berlainan yang disebut rumah beberapa terdakwa,” Ketut memungkasi.

Ketut menyebutkan mereka diduga menyalahi Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 seperti diganti dan ditambah lagi UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

About admin

Check Also

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana Wakil …