Bacakan Nota Pembelaan Kasus Brigadir J, Putri Candrawathi: Dunia Seperti Roboh

Bacakan Nota Pembelaan Kasus Brigadir J, Putri Candrawathi: Dunia Seperti Roboh

Istri bekas Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi akui, kangen berjumpa dengan anak-anaknya.

Ini dikatakan Putri Candrawathi saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi atas kasus pembunuhan merencanakan pada Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut dia, keadaan keluarganya sekarang ini telah jauh berbeda semenjak dia dan Ferdy Sambo terbawa kasus pembunuhan merencanakan pada Brigadir J.

“Sekarang ini, anak-anak kami dipercayakan ke ibu saya yang berumur 80 tahun. Benar-benar berat untuk anak-anak kami hadapi realita dan keadaan keluarga yang paling berbeda. Rumah jadi sepi, tidak ada tawa hangat bersama, dan dunia seperti roboh,” kata Putri,

Putri Candrawathi juga meminta ke Majelis Hakim untuk membebaskannya dari semua tuntutan, hingga dapat kembali berjumpa dengan anak-anaknya.

“Perkenankan saya membenahi kondisi ini, saya ingin menjadi ibu yang bertanggungjawab untuk anak-anak kami,” sebut Putri.

Putri Candrawathi akui, semenjak kejadian ini terjadi, anak-anaknya sering mendapatkan hujatan, cemooh, sampai ejekan dari warga.

“Walau sebenarnya tidak semestinya mereka alami hal yang paling pahit, dan memengaruhi tumbuh berkembang mereka sebagai individu yang bernilai,” papar Putri.

Putri Candrawathi juga memberi pesan ke anak-anaknya selalu untuk tabah dan kuat menemani ke-2 orangtua mereka dalam hadapi persoalan hukum.

“Di tengah-tengah jam kunjungan di Rutan, saya memberi pesan ke anak-anak, supaya mereka selalu tabah dan kuat. Saya mengharap saya bisa selekasnya kembali menemani anak-anak saya, untuk memperkuat jiwa kami keluarga untuk hadapi kejadian ini,” lebih Putri.

Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara

Beskal minta majelis hakim memberi hukuman istri bekas Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, delapan tahun penjara.

Beskal memandang tersangka Putri Candrawathi bisa dibuktikan bersalah lakukan tindak pidana ikut serta lakukan pembunuhan yang diperkirakan lebih dulu pada Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J seperti ditata dalam tuduhan priemer Pasal 340 juncto 55 ayat 1 Ke-1 KUHP.

“Jatuhkan pidana pada tersangka penjara delapan tahun dipotong periode tahanan dengan perintah tersangka masih tetap ditahan,” tutur beskal di Pengadilan Negeri Jakarta,

Menurut beskal, semua elemen dalam Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1, sudah tercukupi berdasarkan hukum. Maka dari itu, tuduhan subsider tak perlu ditunjukkan.

Putri dipandang malah turut dalam rencana pembunuhan Brigadir J. Ia tidak usaha mengingati atau hentikan niat suaminya yang telah ditemani beberapa puluh tahun sampai jadi pejabat Polri.

 

About admin

Check Also

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana Wakil …