Bareskrim Tangkap Buron Kasus Korupsi yang Merugikan Negara Rp 62 Miliar

Bareskrim Tangkap Buron Kasus Korupsi yang Merugikan Negara Rp 62 Miliar

Team Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Tubuh Reserse Kriminil (Bareskrim) Polri tangkap seorang buron kasus sangkaan tindak pidana korupsi pemberian credit project Bank Pembangunan Wilayah (BPD) Jawa tengah (Jawa tengah) cabang Jakarta Tahun 2017-2019.

Adapun buronan itu namanya Giki Argadiraksa (GA). Dia diamankan pada 24 November 2022 sekitaran jam 20.00 WIB.

“Pada terdakwa Giki Argadiraksa sudah sukses diamankan di Toll JORR Km 39,200 dari arah Bandung ke arah Jakarta oleh penyidik,” tutur Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Cahyono Wibowo dalam penjelasannya, Sabtu.

Cahyono menjelaskan, penangkapan itu ditolong oleh petugas PJR Polda Metro Jaya.

Menurutnya, kesuksesan penangkapan pada terdakwa Giki pun tidak lepas ada kerja-sama, koordinir, dan komunikasi di antara Dittipidkor Bareskrim Polri dengan Ditreskrimum Polda Jawa Barat (Jawa barat). Dia menjelaskan, sekarang Giki ditahan di Rutan Cabang Bareskrim Polri sepanjang 20 hari di depan.

“Sepanjang 20 hari semenjak tanggal 25 November 2022,” tutur ia. Cahyono menyebutkan, Giki sebagai Direktur PT Mega Daya Survei Indonesia yang turut serta kasus sangkaan korupsi berkaitan pemberian credit.

Dia mengutarakan, modus Giki dengan ajukan tujuh sarana project ke Bank Jawa tengah Cabang Jakarta yang nilianya capai Rp 57 miliar.

Tetapi, pada proses pemberian credit itu, terjadi tindakan menantang hukum berbentuk persayaratan tidak tercukupi dan fee sejumlah 1 % dari nilai pencairan credit dan agunan atau surat perintah kerja (SPK) fiktif.

“Pada semua project itu per tanggal 31 Mei 2020 sudah dipastikan pada status kolektibilitas 5 (macet), hingga menyebabkan rugi negara sejumlah Rp 62 miliar,” kata Arief.

Selainnya Giki, Bareskrim meredam dua terdakwa yang lain yakni Direkrur Khusus (Dirut) PT Samco Indonesia, Boni Marsapatubiono dan Dirut PT Mega Daya Survei Indonesia, Welly Bordus Bambang.

Dalam kasus ini, ke-3 terdakwa dipersangkakan dengan Pasal 2 dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 seperti sudah diganti dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, mengenai peralihan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 mengenai Pembasmian Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

About admin

Check Also

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana Wakil …