Bekas Rektor UIN Suska Riau Divonis Penjara 2 Tahun 10 Bulan, Terdakwa Yang lain di Rumah Sakit Jiwa

Bekas Rektor UIN Suska Riau Divonis Penjara 2 Tahun 10 Bulan, Terdakwa Yang lain di Rumah Sakit Jiwa

Mantan Rektor UIN Sultan Syarif Kasim atau UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin bisa dibuktikan lakukan kolusi dalam penyediaan koneksi internet 2020-2021 di kampus itu. Buat bertanggung jawab tindakannya, Mujahidin divonis hukuman penjara dua tahun 10 bulan.

Amar keputusan itu dibacakan oleh Hakim Ketua Salomo Ginting di Pengadilan Negeri atau PN Pekanbaru. Dan Mujahidin ditemani kuasa hukum ikuti jalannya sidang keputusan lewat teleconference.

“Tersangka bisa dibuktikan bersalah lakukan kolusi secara bersama. Jatuhkan pidana penjara dua tahun 10 bulan dan denda Rp 200 juta subsider empat bulan,” kata Hakim Ketua Salomo Ginting.

Keputusan yang diputuskan majelis hakim lebih enteng dua bulan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dijumpai awalnya jika JPU menuntut Akhmad Mujahidin dengan tiga tahun kurungan.

Adapun yang memudahkan pada kasus yang menangkap tersangka adalah Mujahidin dipandang sudah berlaku kooperatif ikuti jalannya proses hukum. Disamping itu dia tak pernah dijatuhi hukuman awalnya.

Pada keputusan majelis hakim, Akhmad Mujahidin dan kuasa hukumnya mengatakan akan pikir-pikir lebih dulu. “Telah memahami, Yang Mulia. Kami mengambil cara pikir-pikir dahulu,” sebut Mujahidin.

Sikap yang juga sama dikatakan Tim JPU. JPU Dewi Sinta Dame Siahaan ambil langkah pikir-pikir sepanjang tujuh hari untuk tentukan sikap, akan terima atau menampik keputusan itu.

Akhmad Mujahidin terganjal kasus korupsi penyediaan koneksi internet saat dia masih memegang jadi orang nomor 1 di Kampus Islam itu. Dalam eksekutornnya, tersangka Mujahidin seakan-akan jadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) penyediaan service internet. Walau sebenarnya Mujahidin sudah menunjuk Rupiah Murni yakni Safarin sebagai PPK untuk kegiatan penyediaan service internet di UIN Suska Riau Tahun 2020. Tetapi tersangka ambil semua tanggung-jawab PPK.

Walau sebenarnya semestinya sama sesuai Ketentuan Presiden nomor 16 tahun 2018 mengenai penyediaan barang dan jasa, penyediaan internet ini dilaksanakan dengan sistem e-purchesing atau tender. Tetapi tersangka justru menyalahi proses dan lakukan penyediaan internet dengan MoU atau kerja-sama dengan PT Telkom.

Selainnya Akhmad Mujahidin, kasus ini menangkap terdakwa yang lain, yaitu Benny Sukma Negara, sebagai Kepala Pusat Teknologi Info dan Pangkalan Data UIN Suska Riau.

Sekarang ini Benny belum ditahan dan masih juga dalam proses penyelidikan. Dijumpai juga Benny sempat diberitakan alami stres dan sempat jalani pengamatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Kota Pekanbaru.

About admin

Check Also

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana Wakil …