Beskal Sebutkan Helikopter AW-101 TNI AU yang Dikorupsi Rupanya Barang Sisa

Beskal Sebutkan Helikopter AW-101 TNI AU yang Dikorupsi Rupanya Barang Sisa

Beskal Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) menyebutkan helikopter angkut Agusta Westland (AW)-101 punya TNI Angkatan Udara yang pembeliannya terganjal sangkaan korupsi bukanlah barang baru tetapi sisa.

Hal tersebut diutarakan Beskal KPK Arief Suhermanto saat membacakan tuduhan untuk tersangka korupsi penyediaan helikopter angkut AW-101 sekalian Direktur PT Diratama Jaya Berdikari, Irfan Kurnia Saleh alias John Irfan Kenway.

Dalam tuduhan itu, disebut helikopter angkut AW-101 sebagai barang sisa mengarah pada Laporan Interograsi dan Analitis Tehnis Helikopter AgustaWestland AW-101 646 PT Diratama Jaya Berdikari oleh Team Pakar Institut Tehnologi Bandung (ITB) Tahun 2017.

“Helikopter AW-101 646 yang dihadirkan dalam penyediaan helikopter angkut TNI AU Tahun 2016 itu bukan helikopter baru,” kata Arief saat membacakan dakwaannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat

Riset itu menyebutkan, berdasar data flying log tersingkap Helikopter AW-101 yang mempunyai nomor seri produksi 50248 diaktifkan pertama kalinya pada 29 November 2012.

Disamping itu, Team Pakar ITB mendapati data jika Helikopter AW-101 itu telah mempunyai waktu terbang 152 jam dan waktu operasi 167.4 (100 enam puluh tujuh point empat).

Selanjutnya, Team Pakar ITB ungkap perusahaan Irfan lakukan beberapa modifikasi pada pesawat itu.

Sebagai info, Team ITB mendapati bukti jika Helikopter itu tipe VVIP pesanan militer Angkatan Udara Pemerintahan India.

Adapun modifikasi dilaksanakan supaya pesawat VVIP itu me menjadi pesawat angkut.

“Dilaksanakan modifikasi pada interior kabin tanpa lakukan peralihan susunan kerangka,” kata Arief.

Perusahaan Irfan disebutkan tidak mengganti pintu tangga samping pada segi kiri (port side) pada komposisi VVIP jadi pintu geser pada komposisi angkut dan pintu jendela di atas lantai pada komposisi VVIP disebelah kanan stairboard side tidak diganti jadi sliding kargo door untuk komposisi angkut.

“Komposisi design yang sudah diberikan oleh PT Diratama Jaya Berdikari ke TNI AU tidak dapat dipakai untuk operasi angkut,” lanjut Arief.

Beskal menuntut Irfan sudah bikin rugi negara sejumlah Rp 738.900.000.000.

Beskal menuntut Irfan sudah membuat bertambah Kepala Staff Angkatan Udara (KSAU) waktu itu, Agus Supriatna Rp 17.733.600.000 atau Rp 17,7 miliar.

Selanjutnya, perusahaan AgustaWestland sejumlah 29.500.000 dollar Amerika Serikat atau Rp 391.616.035.000 dan perusahaan Lejardo. Pte.Ltd sejumlah 10.950.826,37 dollar Amerika Serikat atau sebesar Rp 146.342.494.088,87.

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …