Datang di Kemenko Polhukam, Iwan Bule dkk Akan Berikan Verifikasi ke TGIPF Masalah Bencana Kanjuruhan

Datang di Kemenko Polhukam, Iwan Bule dkk Akan Berikan Verifikasi ke TGIPF Masalah Bencana Kanjuruhan

Ketua Umum Persatuan Sepakbola Semua Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan alias Iwan Bule datang di Kantor Kementerian Koordinator Sektor Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

Iwan Bule dan kelompok datang di Kantor Kemenko Polhukam dengan memakai mini bis warna putih, sekitaran jam 11.15 WIB. Kehadiran Iwan Bule di Kantor Kemenko Polhukam tidak lain untuk memberi verifikasi ke Team Kombinasi Mandiri Pencarian Bukti (TGIPF) Bencana Kanjuruhan berkaitan kejadian gelap di Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober 2022.

“Ya kan kita diundang oleh team, kami tiba bersama kelompok, Ketua Umum, Waketum, Komite Banding, Komite Etik,” tutur Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi setelah tiba turun dari mini bis. Dia menjelaskan,

PSSI akan sampaikan semua info jika disuruh TGIPF hal bencana Kanjuruhan. “Apa yang disuruh kita berikan semua ke team (TGIPF),” ungkapkan ia.

Awalnya, TGIPF sudah mengagendakan pengecekan pada PSSI berkaitan bencana Kanjuruhan di hari ini.

Selainnya PSSI, TGIPF akan panggil PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Kekacauan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, sesudah pertandingan Arema FC versus Persebaya Surabaya. Saat itu, Arema FC kalah 2-3 di kandang sendiri.

Faksi kepolisian menembakan gas air mata ke pemirsa yang ada di podium stadion. Mengakibatkan, 131 orang yang ada dalam stadion wafat. Polri sudah memutuskan 6 orang terdakwa dalam bencana Kanjuruhan.

Keenamnya yaitu Direktur PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Ir AHL, Ketua Panpel Arema FC AH, Security Officer SS, Kabag Operasi Polres Malang WSS, Danki III Brimob Polda Jawa Timur H, dan Kasat Samapta Polres Malang BSA.

Beberapa terdakwa dijaring Pasal 359 dan 360 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai kelengahan yang mengakibatkan kematian dan Pasal 103 Juncto Pasal 52 UU RI Nomor 11 Tahun 2022 mengenai keolahragaan.

Disamping itu, ada 20 polisi yang menyalahi etik yang terdiri dari 6 personil Polres Malang dan 14 personil dari Unit Brimob Polda Jawa Timur.

Pemerintahan sudah membuat TGIPF Bencana Kanjuruhan untuk menginvestigasi bencana ini.

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …