Demokrat Berharap Jokowi Kerjakan Reshuffle untuk Rakyat, Bukan Alat Pencet Partai politik yang Tidak Kembali Searah

Demokrat Berharap Jokowi Kerjakan Reshuffle untuk Rakyat, Bukan Alat Pencet Partai politik yang Tidak Kembali Searah

Partai Demokrat mengharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak cabinet atau reshuffle atas dasar untuk kebutuhan rakyat. Janganlah sampai, reshuffle itu untuk kebutuhan barisan tertentu.

“Cuma, khalayak juga dapat dan memiliki hak memandang, apa reshuffle dilaksanakan oleh Presiden itu untuk kebutuhan rakyat, alias usaha pembaruan performa cabinet supaya hasil kerjanya makin berasa dan efisien untuk pembaruan nasib rakyat,” kata Kepala Tubuh Komunikasi Vital DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra dalam penjelasannya.

“Atau mungkin, reshuffle cuma untuk penuhi syahwat politik berkuasa semata-mata, yang memprioritaskan kebutuhan barisan atau kelompok, sebagai alat pencet untuk beberapa pihak yang tak lagi searah,” katanya.

Walau begitu, Demokrat masih tetap berpandangan jika reshuffle sebagai hak prerogatif presiden. Dengan demikian, presiden dapat dan memiliki hak lakukan reshuffle kapan saja bila dirasakan perlu.

“Karena performa pemerintahan tanggung-jawab presiden. Bukan menteri. Apa lagi, seperti yang sempat dikatakan Presiden Jokowi, tidak ada misi visi menteri. Yang ada, misi visi presiden,” kata Herzaky.

Selanjutnya, Demokrat mengharap Jokowi dan parpol konsolidasi pemerintahan konsentrasi bekerja memperhitungkan teror krisis global 2023.

Karena, dia menyaksikan keadaan rakyat telah sulit bahkan juga saat sebelum krisis global menerpa. “Harga-harga keperluan primer terus membumbung, tapi pendapatan tidak juga bertambah,” katanya.

Di lain sisi, Herzaky mengharap gagasan reshuffle tidak dalam kerangka memberi penekanan atau gertakan ke salah satunya partai politik konsolidasi yang telah mengangkat calon presiden.

Partai konsolidasi yang diartikan yakni Nasdem. Partai garapan Surya Paloh itu telah mengumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden.

“Penekanan, gertakan, desakan berbentuk apa saja ke partai politik yang ambil jalan mengangkat calon presiden berlainan dari keinginan rekan-rekan partai politik pemerintahan yang lain, memperlihatkan ada kecondongan usaha koalisi kekuasaan oleh oligarki, supaya jangan ada figur lain di luar barisan mereka untuk tampil ke atas dan bertanding di kontestasi 2024,” kata Herzaky.

Dikabarkan sebelumnya, Presiden Jokowi memperjelas jika ada gagasan pembongkaran cabinet atau menteri. Hal tersebut dikatakan Jokowi saat jawab pertanyaan mass media berkenaan gagasan reshuffle sesudah Partai Nasdem mengangkat Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024.

Akan tetapi, Jokowi tidak mengutarakan kapan, bagaimana dan siapa menteri yang nanti akan di-reshuffle.

“Gagasan ada selalu. Penerapan kelak ditetapkan,” tutur Jokowi dengan singkat saat mengevaluasi lokasi project Kereta Cepat Jakarta Bandung yang ada di Tegalluar, Jawa Barat, Kamis.

Awalnya, beberapa sukarelawan Presiden Joko Widodo minta supaya beberapa menteri yang disebut kader Partai Nasdem ditukar.

Hal tersebut dikatakan sesudah partai garapan Surya Paloh itu mengumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden.

“Kami minta ke Bapak Presiden untuk selekasnya menghentikan beberapa menteri yang dari Partai Nasdem,” tutur perwakilan sukarelawan Jokowi, Fredi Moses Ulemlem di teritori Jakarta Pusat.

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …