Dikeluarkan Polri, Hendra Kurniawan: Sudah Lupa Saya

Dikeluarkan Polri, Hendra Kurniawan: Sudah Lupa Saya

Bekas Kepala Agen Pengaman Intern (Karo Paminal) Seksi Karier dan Penyelamatan (Propam) Polri Brigjen Hendra Kurniawan memberi respon hasil sidang komisi kaidah Polri (KKEP) yang putuskan Hendra dikeluarkan dari kepolisian. Hendra cuma menjawab singkat saat ditanyakan oleh mass media hal pemberhentiannya itu.

“Sudah lupa saya,” tutur Hendra selesai menggunakan rompi tahanan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis malam.

Kemudian, Hendra melongos keluar dari ruangan sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam pada itu, advokat Hendra Kurniawan, Henry Yosodiningrat, menjelaskan client-nya itu tentu ajukan banding.

Cuma, yang menemani Hendra ialah Seksi Hukum (Divkum) Polri. “Tentu saja banding. Tetapi saya tidak menambahi itu karena saya tidak menemani. Karena yang menemani itu dari Divkum. Ketetapannya pengacara di luar jangan menemani mereka,” kata Henry.

Hendra dikeluarkan Polri mengeluarkan atau lakukan penghentian tidak dengan hormat (PTDH) ke Hendra Kurniawan. Jenderal bintang satu itu dikeluarkan dari lembaga Kepolisian atas tindakannya yang menyalahi etik di penyelidikan kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Hendra jadi tersangka kasus obstruction of justice atau merintangi penyelidikan kasus Brigadir J. “Keputusan KKEP yang berkaitan di-PTDH (penghentian tidak dengan hormat), dihentikan dengan tidak hormat,” tutur Kepala Seksi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin sore.

Adapun Polri juga 3x mengagendakan sidang KKEP untuk Hendra, tapi terus gagal. Sidang etik baru dapat diadakan Senin. Pemberhentian Hendra ditetapkan berdasar hasil sidang Komisi Code Etik Polri (KKEP) yang diadakan pada Senin semenjak jam 08.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Sidang pada bekas Karo Paminal Propam Polri itu dipegang oleh Wairwasum Polri Irjen Tornagogo Sichombing. Dedi menjelaskan, keputusan sidang diputuskan secara kelompok kolegial oleh pimpinan dan anggota majelis hakim sidang kaidah.

Selainnya dikeluarkan, Hendra disanksi peletakan khusus sepanjang 29 hari. Tetapi, ancaman itu telah dilaluinya. “Tindakan yang berkaitan ialah nista yang selanjutnya ancaman yang ke-2 yang berkaitan ditaruh pada tempat khusus sepanjang 29 hari dan telah dikerjakan,” sebut Dedi

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …