Hari Ini, Team Bareskrim Check Hasil Laboratorium Obat dengan Etilen Glikol Lebihi Tingkat Batasan

Hari Ini, Team Bareskrim Check Hasil Laboratorium Obat dengan Etilen Glikol Lebihi Tingkat Batasan

Tubuh Reserse Kriminil (Bareskrim) Polri awal hari ini lakukan penyidikan berkaitan produksi obat sirup yang memiliki kandungan etilen glikol melewati tingkat batasan.

Adapun beberapa obat yang memiliki kandungan etilen glikol melewati tingkat batasan itu sempat diperhitungkan dimakan korban wafat dengan vonis gagal ginjal kronis.

“Ya ini hari team dari Bareskrim bekerja dengan jadwal memeriksa hasil laboratorium bersama Kemenkes dan BPOM,” kata Kepala Seksi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat diverifikasi.

Dedi menjelaskan pengusutan itu dilaksanakan secara kolaborasi oleh team Bareskrim Polri dan stakeholder berkaitan. Menurutnya, sekarang ini kasus itu tetap ada di tahapan penyidikan.

Info selanjutnya, kata Dedi, akan dikatakan apabila sudah ada perubahan. “Team lakukan penyidikan secara sinegi dan perhatian peristiwa itu,” katanya.

Sebelumnya telah dikabarkan Menteri Koordinator Sektor Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy minta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selekasnya menginvestigasi apa yang terjadi dibalik kasus gagal ginjal pada anak, yang selama ini telah makan 134 korban.

Hal tersebut dikatakan Muhadjir sesudah rapat koordinir dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan barisan, Kepala BPOM Penny Lukito; Plt Dirjen IKFT Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito, dan Direktur Import Kementerian Perdagangan Sichar Pohan.

“Pengusutan ini penting untuk pastikan ada atau tidaknya tindak pidana dibalik kasus itu,” tutur Muhadjir, diambil dari tayangan jurnalis.

“Keinginan dikatakan ingat peristiwa masalah ginjal akut ini telah memberikan ancaman usaha pembangunan SDM, terutamanya pelindungan pada anak,” ucapnya menambah.

Selama ini, Indonesia jadi negara dalam jumlah kematian paling tinggi kasus gagal ginjal kronis pada anak. Dua negara lain yang menulis kasus sama di tahun ini, yaitu Gambia dan Nigeria, memberikan laporan jumlah kematian yang tidak sampai 100 korban.

Muhadjir minta supaya bahan baku cemaran zat etiken glikol dan deitilen glikol pada obat sirop dicari, karena beberapa bahan baku obat itu disebutkan masih sebagai bahan import.

“Oleh karenanya perlu diselenggarakan pencarian dimulai dari asal mula bahan baku, masuknya ke Indonesia sampai proses produksi obat-obat yang memiliki kandungan ke-2 zat beresiko itu,” ungkapkan Muhadjir.

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …