Ikatan Kuat Megawati dan Prakosa, Sama-sama Pecinta Bumi dan Lingkungan

Ikatan Kuat Megawati dan Prakosa, Sama-sama Pecinta Bumi dan Lingkungan

Berita meninggal dunianya M Prakosa diterima oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Sekjen-nya Hasto Kristiyanto, saat sedang ada di Bali, melakukan tugas. Waktu itu, entahlah mengapa Megawati mendadak ingat M.Prakosa, terhitung pohon Saninten yang dahulu pernah diberikan.

Dikisahkan Hasto saat memberikan kata diolah penyemayaman M Prakosa, dianya ditelpon oleh Menteri luar neger RI Retno Marsudi pada 17 Januari. Didalamnya, berita jika Prakosa wafat.

“Tanggal 17 Januari 2023, Ibu Mega waktu itu sedang ada di Bali, saya mendapatkan telephone itu, menyampaikan kabar Bapak Muhammad Prakosa diundang Tuhan yang Maha Kuasa,” kata Hasto.

“Saya mendapatkan info itu jam 5 sore waktu Bali. Siangnya sekitaran jam 11.30 itu, saya menemani Ibu Mega, waktu di Bali beliau ini menjaga tanaman sekalian berkontemplasi. Tau-tau Ibu Mega memperlihatkan sebuah pohon, itu pohon dari Prakosa, kata Ibu Mega,” lebih Hasto.

Untuknya, ada ikatan mata hati yang kuat di antara seorang Prakoso dengan Megawati. Apa lagi ke-2 nya memang sama sosok yang menyukai alam.

“Karena diskusi di antara Ibu Mega dan Pak Prakosa ini penuh diwarnai dengan diskusi dari mata hati. Diskusi untuk menyukai alam, menyukai bumi pertiwi. Dan dengan Bapak Muhammad Prakosa, Ibu Mega benar-benar mendapatkan rekan sepekerjaan,” kata Hasto.

Hasto menjelaskan, jika sekarang ini PDIP terus-menerus menggerakkan Pergerakan Menjaga Bumi, karenanya tidak lain ialah dari hasil kesatupaduan kepimpinan Megawati sebagai ketua umum, dan Prakosa. “Ini selanjutnya sanggup membuat satu kultur untuk menyukai lingkungan,” tambah Hasto.

Ia lalu sampaikan pesan dari Megawati untuk keluarga Mendiang Prakosa.

“Ke keluarga yang ditinggalkan, pesan Ibu Mega jangan sampai berduka karena Pak Prakosa sudah memberi pengabdian yang terbaik. Dan alam sudah jadi saksi dengan Gerhan, Pergerakan Penghijauan, yang sudah beliau rencanakan saat jadi Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, sudah hasilkan oksigen untuk kehidupan, sudah gerakkan anak-anak bangsa untuk menyukai lingkungan, bersihkan sungai, selamatkan mata air kehidupan dan itu jasa dari Bapak Muhammad Prakosa,” urai Hasto.

Bersedih

Hasto sendiri tidak bisa meredam susahnya dan dengan suara bergetar penuh duka cita, ucapkan selamat jalan untuk Prakosa, yang dikenal juga sebagai teman dekatnya itu. Ia mengatakan semua kader Partai sudah gotong-royong, terutamanya DPC PDI Perjuangan Kota Bantul dengan melangsungkan acara penyemayaman dengan penuh penghormatan pada Alm. Prakosa.

Untuk dipahami, Hasto Kristiyanto datang sebagai wakil Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan barisan keluarga besar partai, pada Selasa (24/1/2023), untuk melepaskan mayat Prakosa, yang paling akhir memegang sebagai Duta besar RI di Italia. Mayat dimakamkan di dalam rumah duka, Pedukuhan Gresik, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipura, Bantul. Penyemayaman masih ada di dekat lokasi itu.

Dalam acara itu, Dirjen Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Umar Hadi menjelaskan faksinya kenang kembali Prakosa sebagai sosok simpel, bersahaja, dan benar-benar setia dalam melakukan tugas untuk negara dan bangsa.

“Mendiang sudah banyak berjasa untuk negara, bangsa, dan untuk rakyat Indonesia. Kehidupan mendiang sudah bawa banyak faedah untuk banyak orang. Mendiang dikenali mempunyai kredibilitas tinggi, pemikir, membumj, dan seseorang yang benar-benar bersahaja. Kita kenang kembali jasa beliau dalam beragam tugas negara yang dijalankannya,” kata Umar Hadi di muka publik saat acara penyemayaman.

Salah Satu Putra Terbaik

Dirjen Planologi Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kemenhut dan LH, Ruandha Agung Suardiman, menjelaskan Mendiang Prakosa adalah putra terbaik bangsa. Mendiang Prakosa pernah memegang Menteri Kehutanan di 2001-2004, yaitu saat-saat yang paling susah.

“Masa 2001-2004 itu ialah masa berat karena harus memulai reformasi kehutanan. Dan di periode kepimpinannya tersebut dasar reformasi kehutanan. Kami benar-benar berkabung dan bersedih dalam atas kematiannya mendiang, dan terima kasih atas dedikasi terbaik mendiang untuk negara dan bangsa,” kata Ruandha.

 

About admin

Check Also

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana Wakil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *