Ingin Caplok 15% Ukraina, ‘Senjata’ Putin Dikeluarkan Hari Ini

Ingin Caplok 15% Ukraina, ‘Senjata’ Putin Dikeluarkan Hari Ini

Rusia di hari ini akan mengawali gagasannya untuk mencaplok sekitaran 15% daerah Ukraina lewat referendum di empat daerah yang dikontrol oleh pasukan Presiden Vladimir Putin.
Sesudah nyaris 7 bulan perang, dan kekalahan krisis di timur laut Ukraina awalnya bulan ini, Putin secara eksplisit memberikan dukungan referendum sesudah daerah yang terkuasai Rusia minta selekasnya tergabung dengan Rusia.

Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR), yang dianggap Putin sebagai mandiri saat sebelum gempuran, dan Kherson dan Zaporizhzhia akan melangsungkan pengambilan suara.

Pengambilan suara, yang Barat dan Ukraina ucapkan ialah palsu, akan diawali ini hari dan akan usai pada Selasa minggu kedepan.

“Kremlin mengatur referendum palsu untuk coba mencaplok beberapa bagian Ukraina,” kata Presiden AS Joe Biden pada Sesion ke-77 Majelis Umum Federasi Bangsa-Bangsa (PBB), dikutip Reuters.

“Ukraina mempunyai hak yang serupa yang dipunyai oleh tiap negara berdaulat. Kami akan berdiri dalam kebersamaan dengan Ukraina,” kata Biden, yang mengatakan perang sebagai sisi dari kontes global di antara demokrasi dan otokrasi.

Ukraina, yang tepian pasca-Sovietnya dengan Rusia dianggap di bawah Memorandum Budapest 1994, menjelaskan tidak pernah terima kendalian Rusia atas daerahnya dan akan berperang sampai tentara Rusia paling akhir dikeluarkan.

Dalam pada itu, Putin, pimpinan paling tinggi Rusia semenjak 1999, menjelaskan Rusia tidak pernah tinggalkan mereka yang ada di daerah yang dikendalikannya dan yang ucapnya ingin pisahkan diri dari Kyiv.

Ia jadikan perang sebagai pertarungan untuk selamatkan pengucap bahasa Rusia di Ukraina timur dari ‘penganiayaan’ dan sebagai langkah untuk gagalkan apa yang ia ucapkan ialah plot Barat untuk merusak Rusia. Ukraina menentang pengucap bahasa Rusia sudah dianiaya.

Dalam peringatan nuklir langsung ke Barat, Putin menjelaskan ia akan menjaga daerah Rusia – dan daerah Ukraina ini akan selekasnya dipandang seperti daerah Rusia oleh Moskow – dengan semua langkah yang ia punyai.

Tidak terang tepat bagaimana pengambilan suara akan berjalan pada zone perang saat demikian beberapa orang sudah pindah. Rusia kuasai mayoritas Luhansk dan Kherson, sekitaran 80% Zaporizhzhia, dan cuma 60% Donetsk. Pertarungan juga masih bersambung di ke-4 daerah itu.

Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly menjelaskan petinggi yang ditaruh Rusia di daerah itu memutuskan sasaran untuk jumlah pemilih yang dibuat dan tingkat kesepakatan, dengan angka-angka keterlibatan telah disetujui.

Adapun, perselisihan di Ukraina timur diawali pada 2014 sesudah seorang presiden pro-Rusia digulingkan dalam Revolusi Maidan Ukraina dan Rusia mencaplok Krimea, sementara separatis yang disokong Rusia di Donbas – yang terbagi dalam Donetsk dan Luhansk – usaha melepas diri dari kendalian Kyiv.

Sesudah pasukan Rusia kuasai Krimea, yang mempunyai sebagian besar etnis Rusia dan dipindah ke Ukraina pada periode Soviet, pada 27 Februari 2014, sebuah referendum untuk tergabung dengan Rusia diselenggarakan 16 Maret.

Beberapa pimpinan Krimea mengumumkan 97% suara untuk pisahkan diri dari Ukraina. Rusia dengan cara resmi menambah Krimea pada 21 Maret. Kyiv dan Barat menjelaskan referendum itu menyalahi konstitusi Ukraina dan hukum internasional.

“Mulai pekan kedepan, Rusia akan memandang daerah Ukraina ini sebagai sisi dari Rusia, dan mereka akan mengklaim tiap usaha Ukraina untuk merampas kembali daerah kedaulatan mereka sendiri sebagai ‘invasi Rusia’,” kata Cleverly dari Inggris.

About admin

Check Also

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana Wakil …