IPW Berprasangka buruk Ada Beberapa nama Jenderal Polisi yang Terima Gratifikasi dalam Buku Hitam Sambo

IPW Berprasangka buruk Ada Beberapa nama Jenderal Polisi yang Terima Gratifikasi dalam Buku Hitam Sambo

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Tegar Santoso berprasangka buruk buku hitam Ferdy Sambo berisi catatan berkenaan beberapa nama jenderal Polri yang diperhitungkan terima gratifikasi.

Satu diantaranya dari usaha tambang di Kalimantan. Sugeng coba menerawang isi buku hitam Sambo yang selalu dibawa saat jalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu.

“Saya menerawang jika Sambo punyai catatan buku hitam masalah jenderal-jenderal polisi yang terima uang pelindungan dari usaha tambang ilegal, hingga tidak ditindak,” tutur Sugeng saat diminta verifikasi.

Menurut Sugeng, isi buku hitam Sambo itu terkait dengan sangkaan gratifikasi akseptasi uang koordinir usaha tambang ilegal di daerah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

Apa lagi, Sambo sebagai bekas Kepala Seksi Karier dan Penyelamatan (Propam) Polri, hingga mempunyai catatan berkenaan tiap anggota Polri. “Sedikitnya ada dua daerah, Kalimantan timur yang tersangkut seorang Briptu IB. Kaltara tersangkut Briptu HSP. Itu jika ditelaah kembali catatannya ada pula hubungan polisi jenderal bintang dua, jenderal bintang satu,” katanya. Sugeng mengharap isi buku hitam Sambo ini dapat dibuka sampai ke akar-akarnya.

Walau demikian, Sugeng mengingati, seorang anggota polisi dilarang buka rahasia kedudukannya. Hal itu tercantum pada kaidah kepolisian.

Sugeng tidak paham apa kaidah kepolisian yang berisi kewajiban jaga rahasia itu tetap terlilit atau mungkin tidak, ingat Sambo telah dikeluarkan Polri.

Ia lalu memperbandingkan dengan kaidah pengacara, di mana advokat jangan buka rahasia client sampai mati. “Jika misalkan polisi, saya tidak paham saat telah dikeluarkan apa kewajiban itu (jaga rahasia) masih menempel atau mungkin tidak, memiara namanya situasi damai dan tenang walau penuh api dalam sekam, ya jangan dibuka buku hitam itu,” tambah Sugeng.

Catatan aktivitas Sambo Advokat Ferdy Sambo, Arman Hanis, memperjelas buku hitam yang sampai sekarang ini selalu dibawa Sambo berisi catatan aktivitas Sambo. “Kan telah saya terangkan, jika buku hitam itu catatan aktivitas Pak Sambo,” tutur Arman saat dijumpai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Arman akui telah menanyakan langsung ke Sambo hal isi pada buku hitam itu. Ia menerangkan, buku hitam itu berisi catatan Ferdy Sambo sejak berpangkat komisaris besar (kombes), di mana pada waktu itu Sambo memegang Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) III Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri.

“Jadi (catatan berkenaan) apa yang sudah dilakukan, persidangan-persidangan ,” ucapnya.

Dalam pada itu, Arman menjelaskan dianya tidak paham apa dalam buku hitam itu ada catatan kasus sama seperti yang diperhitungkan oleh IPW. Ia menyebutkan akan menanyakan ke Sambo berkenaan sangkaan IPW itu.

“Jika beberapa kasus kan, setiap hari, apa saja yang ia kerjakan, tentu ia tulis,” tambah Arman.

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …