Jokowi: Saya Suka Indonesia Tidak Ada Krisis Sex

Jokowi: Saya Suka Indonesia Tidak Ada Krisis Sex

Presiden Joko Widodo atau Jokowi akui suka angka perkembangan warga Indonesia yang menikah dan hamil masih bagus. Ia juga mengucapkan syukur tidak ada krisis sex di Indonesia.

“Saya suka angka yang disebutkan dr Hasto (Kepala BKKBN), perkembangan kita di 2,1 dan yang menikah dua juta, yang hamil 4,delapan juta. Maknanya, di Indonesia tidak ada krisis sex. Masih tumbuh 2,1, ini masih bagus,” kata Jokowi saat buka Rapat kerja nasional Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Merencanakan dan Pengurangan Stunting di Jakarta,

Ia menjelaskan, jumlah warga jadi kemampuan ekonomi untuk suatu negara. Tetapi, kata Jokowi, yang paling penting ialah kualitas warga yang berada di negara itu.

Karena itu, Jokowi sampaikan tugas BKKBN ialah membentuk keluarga yang berkualitas supaya membuat sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Ini supaya SDM Indonesia dapat bersaing dengan beberapa negara lain.

“Jadi kualitas keluarga, SDM jadi kunci untuk negara kita untuk bersaing dengan beberapa negara lain,” tutur ia.

Jokowi juga ajak seluruh pihak untuk bersinergi bersama membuat SDM yang berkualitas. Satu diantaranya, dengan turunkan angka stunting jadi 14 % di tahun 2024.

“Sinergitas di antara kementerian/lembaga, pemda, tenaga medis, TNI-Polri, dan swasta ini sangat penting,” papar Jokowi.

Jokowi: Keliatannya Saja di G20 Salaman, Tetapi Semua Negara Sama-sama Bersaing

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjelaskan, sekarang ini semua negara sama-sama bersaing dan berkompetisi di tengah-tengah ketidakjelasan dunia. Walau beberapa pimpinan negara sama-sama bersalam-salaman saat KTT G20, ia menyebutkan negara sama-sama bersaing.

“Status semua negara sekarang ini ialah persaingan, berkompetisi keduanya. Keliatannya ya misalkan ada G20 bertemu keliatannya salaman baik, tetapi semua sama-sama bersaing,” kata Jokowi di Rakornas BKKBN Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Menurutnya, hal yang sama dengan terjadi di beberapa negara ASEAN. Jokowi menjelaskan beberapa negara ASEAN sama-sama berebutan investasi dan teknologi, walau kelihatan pelukan dan salam-salaman.

“Di ASEAN sendiri kelihatan pelukan salam-salaman, tetapi bersaing, sama-sama ambil investasi, teknologi, semua negara,” katanya.

Jokowi sampaikan kunci supaya Indonesia bisa berkompetisi dengan beberapa negara lain yaitu, membuat sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Perihal ini pula sebagai tugas penting Badan Kependudukan dan Keluarga Merencanakan Nasional (BKKBN).

“Kuncinya ialah sumber daya manusia yang berkualitas, SDM unggul, SDM yang berkualitas dan dr Hasto (Kepala BKKBN) sampaikan tugas BKKBN ialah pertama kualitas keluarga, yang ke-2 kesetimbangan perkembangan,” terang Jokowi.

Ia mengetahui jika tugas BKKBN untuk membagun keluarga yang berkualitas tidak gampang. Tetapi, Jokowi yakini 1,dua juta penyuluh di BKKBN dan pengiringnya sanggup lakukan tugas itu.

“Maknanya, SDM unggul itu menjadi kunci daya saing bangsa,” sebut Jokowii.

Turunkan Angka Stunting

Selain itu, Jokowi mengingati jika turunkan angka stunting jadi tugas besar yang perlu selekasnya dituntaskan. Adapun Jokowi menarget angka stunting di Indonesia turun menajdi 14 % di 2024.

“Saya masuk di 2014 angkanya (stunting) di 37 %. Saya terkejut. Dan barusan dikatakan dr Budi Sadikin (Menkes), di 2022 angkanya telah menurun menjadi 21,6 %. Ini usaha keras kita semua,” papar Jokowi.

Ia mengutarakan jika imbas stunting tidak cuma masalah tinggi badan. Jokowi menjelaskan imbas stunting yang paling beresiko yaitu, rendahnya kekuatan anak untuk belajar, keterbatasan psikis, dan timbulnya beberapa penyakit akut yang mudah masuk ke badan anak.

“Oleh karenanya, sasaran 14 % di 2024 harus kita dapat raih,” tandas Jokowi.

 

About admin

Check Also

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana Wakil …