Jokowi yang Sekarang Punyai Lawan di Banyak Negara Gara-gara Ini

Jokowi yang Sekarang Punyai Lawan di Banyak Negara Gara-gara Ini

Loyalitas pemerintahan Indonesia memicu hilirisasi sumber daya alam (SDA) rupanya simpan sebuah narasi yang kurang menyenangkan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan juga disebut dimusuhi oleh beberapa negara,
Sudah diketahui, Jokowi dalam beragam peluang memang dengan tegas larang export komoditas tertentu berbentuk barang mentah. Sebutlah saja nikel yang telah diawali sekitaran tiga tahun kemarin.

Di depan ekonom INDEF dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Jokowi mengutarakan kembali gagasannya menambahkan jejeran komoditas yang hendak dilarang mentah.

“Tahun ini, stop timah. Tahun depannya bauksit, yang akan datang kembali, tembaga,” tutur Presiden Jokowi pada acara Sarasehan 100 Ekonom,

Jokowi bukan tidak mengetahui, peraturan itu akan memperoleh penampikan keras dari beberapa negara tetangga atau teman dekat yang sejauh ini memerlukan komoditas sumber daya alam Indonesia.

“Lawannya memang negara maju yang umum barang itu kita kirim ke situ. Ngamuk semua. Nikel kita telah dibawa ke WTO. . Tidak apapun, kita temui,” kata Jokowi pernah pada suatu peluang.

Menteri Badan Usaha Punya Negara (BUMN) Erick Thohir juga mengutarakan, Presiden Jokowi nyaris dimusuhi banyak negara karena sikapnya itu.

Indonesia sudah tegar untuk larang export biji nikel raw material, dan memutuskan untuk mengekspor nikel berharga lebih. Dan, rupanya itu berbuah hasil dengan bertambahnya nilai lebih dalam negeri karena hilirisasi.

Sebetulnya bagaimana sich narasi awalnya Jokowi nyaris dimusuhi banyak negara tersebut?

Bermula dari saat Presiden Jokowi mendatangi tatap muka G-20 di Roma, Italia tahun akhir kemarin. Pada pertemuan tersebut, Jokowi ditawari gagasan kerja-sama rantai suplai global. Ia juga akui sempat tergoda ikuti kesepakatan itu.

Dan, di saat bertepatan, telah ada 16 negara yang telah bergabung tanda-tangani persetujuan global suplai chain itu. Tetapi Jokowi lalu berbeda pemikiran sesudah membaca detil gagasan kerja-sama itu.

Jokowi memilih untuk menarik diri dari kesepakatan itu. Masalahnya dalam persetujuan ada klausul yang mewajibkan Indonesia terus mengekspor bahan mentah.

“Demikian baca, masuk ke ruang, tidak, tidak, tidak. Tidak, kita tidak turut. Semua buyar, tidak selesai. Cuma karena kita tidak ingin tanda-tangan, semuanya menjadi bubar kembali, karena saya mengetahui sebetulnya yang dicari cuma kita saja,” tegasnya.

Jokowi menjelaskan, diperlukan keberanian dalam ambil satu peraturan. Apa lagi menurut dia, status Indonesia dalam soal mempunyai peranan yang lumayan besar.

“Di WTO kalah, ya tidak apapun. Tetapi jika tidak berani coba, kapan kita akan kerjakan hilirisasi. Kapan kita stop kirim raw material. Sampai kapan saja kita cuma jadi negara pengekspor bahan mentah,” kata Jokowi.

About admin

Check Also

Mengenali Shinta Ratri, Pimpinan Pesantren Waria Salah satu di Dunia

Mengenali Shinta Ratri, Pimpinan Pesantren Waria Salah satu di Dunia Pimpinan Pesantren Waria Al-Fatah Shinta …