Kapolri: Supporter Terhalang Keluar Kanjuruhan karena Ada Besi Membentang

Kapolri: Supporter Terhalang Keluar Kanjuruhan karena Ada Besi Membentang

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan ada beberapa masalah yang mengakibatkan Aremania terhalang keluar Stadion Kanjuruhan saat asap gas air mata ditembakkan. Sigit menjelaskan ada besi membentang saat sebelum pintu keluar stadion.
“Pemirsa yang selanjutnya usaha untuk keluar, terutamanya di pintu 3, 11, 12, 13, 14 sedikit alami masalah karena ada ketentuan di tribune atau di stadion ini ada 14 pintu semestinya lima menit saat sebelum laga usai karena itu semua pintu itu semestinya dibuka,” kata Sigit, saat temu jurnalis di Malang, Jawa timur.

Tetapi padaa waktu itu pintu tidak semua dibuka. Terhitung penjaga yang tidak ada di tempat untuk buka pintu.

“Berdasar pasal 21 peraturan keamanan dan keselamatan PSSI mengatakan jika steward semestinya telah ada di tempat sepanjang pemirsa belum tinggalkan stadion,” tutur Sigit.

Sigit ungkap ada besi membentang yang mengakibatkan supporter terhalang keluar Kanjuruhan. Mengakibatkan pemirsa berdesak-desakan sepanjang 20 menit.

“Selanjutnya ada besi membentang dengan tinggi lebih kurang 5 cm yang bisa menyebabkan pemirsa atau supporter jadi terhalang di saat harus melalui pintu itu. Apa lagi jika pintu itu dilalui oleh jumlah pemirsa dengan jumlah banyak,” katanya.

“Sehingga terjadi desak-desakan yang mengakibatkan selanjutnya terjadi sumbatan di pintu-pintu itu nyaris 20 menit,” tambah Sigit.

Korban berguguran karena napas sesak sesudah mengisap gas air mata dan berdesak-desakan. Berdasar data, ada 131 orang yang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan, terhitung dua personil Polri.

“Dari situlah selanjutnya banyak ada korban, korban yang alami tulang patah, yang alami trauma kepala dan mayoritas yang wafat,” ucapnya.

 

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …