Kompolnas Sebutkan Bekas Kapolres Malang Sedang Amankan Pemain Saat Shooting Gas Air Mata

Kompolnas Sebutkan Bekas Kapolres Malang Sedang Amankan Pemain Saat Shooting Gas Air Mata

Team interograsi tragedi Stadion Kanjuruhan masih menyelidik kejadian yang tewaskan 125 orang selesai kekalahan Arema Malang versus Persebaya. Terhitung mempelajari pemberi perintah pada personil kepolisian untuk tembakkan gas air mata ke tribune pemirsa.

“Ini kami cermat. Karena waktu itu Kapolres Malang sedang di luar akan amankan pemain (Persebaya) yang hendak keluar,” kata Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto, di Kabupaten Malang.

Wahyu menerangkan, info yang ia terima kekacauan terjadi saat status Kapolres Malang (nonaktif) AKBP Ferli Hidayat ada di luar, dalam Stadion Kanjuruhan terjadi kekacauan. Sesaat selanjutnya petugas memakai gas air mata untuk mengurai massa. Buntut kejadian itu, AKBP Ferli Hidayat dicabut dari kedudukannya.

Bila memeriksa narasi itu, ia menyangka ada petinggi di lapangan yang memerintah anggota untuk memakai gas air mata itu. Pemakaian gas air mata itu, mengakibatkan kecemasan beberapa supporter yang berada di dalam stadion.

“Peristiwa itu dalam, memiliki arti ada petinggi dalam yang memerintah. Siapa orangnya, sedang disidik. Tetapi 9 orang telah dicabut. Team sedang bekerja,” ikat ia.

Ia memperoleh berita AKBP Ferli Hidayat waktu itu tidak memerintah anggotanya tembakkan gas air mata buat mengurai massa. Waktu itu, Ferli sudah ambil langkah mengantisipasi dengan memberi instruksi langsung ke personil.

“Dalam apel yang sudah dilakukan, telah ada perintah jangan ada kekerasan pada keadaan apa saja. Perintah diulangi berulang-kali oleh Kapolres saat apel penyiapan,” terang Albertus.

Untuk dipahami, terjadi kekacauan selesai laga di antara Arema FC menantang Persebaya Surabaya dengan score akhir 2-3, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kekalahan itu mengakibatkan beberapa supporter turun dan masuk ke tempat lapangan.

Kekacauan itu makin jadi membesar dengan beberapa flare dilempar terhitung beberapa benda yang lain. Petugas keamanan kombinasi dari kepolisian dan TNI usaha menepis beberapa supporter itu dan pada akhirannya memakai gas air mata.

 

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …