Korban Bencana Kanjuruhan Kunjungi Bareskrim Polri, Ingin Adukan Irjen Nico Afinta

Korban Bencana Kanjuruhan Kunjungi Bareskrim Polri, Ingin Adukan Irjen Nico Afinta

Beberapa puluh korban dan keluarga korban Bencana Kanjuruhan mengunjungi Tubuh Reserse Kriminil (Bareskrim) Polri, Jakarta Selatan, Jumat pagi hari ini.

Beberapa korban ingin memberikan laporan Kapolda Jawa timur yang memegang saat Bencana Kanjuruhan terjadi, Irjen Nico Afinta sampai Kapolres Malang waktu itu, AKBP Ferli Hidayat.

Pengamatan Kompas.com, beberapa korban tiba dengan keluarga korban dan kuasa hukum. Terlihat korban yang harus memakai alat tolong berbentuk bangku roda.

Advokat korban Bencana Kanjuruhan, Anjar Nawan Yusky menjelaskan, beberapa korban ingin membuat laporan polisi (LP) di Bareskrim. Mereka tidak senang dengan LP mode A bikinan polisi di Polda Jawa timur karena berasa tidak mendapatkan keadilan.

“Kami team kuasa hukum bersama 50 orang terbagi dalam korban penyintas dan keluarga korban, ini hari berkunjung Bareskrim Polri dengan jadwal yakni membuat LP berkaitan dengan kejadian 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang,” tutur Anjar saat dijumpai di gedung Bareskrim.

Anjar menjelaskan, dalam LP mode A bikinan Polda Jawa timur yang hasilkan 6 terdakwa, sedikit menampung sudut pandang korban. Hingga, warga Malang terutamanya korban Aremania berasa tidak mendapatkan keadilan di Polda Jawa timur. “Karena tidak sesuai dengan bukti yang sebetulnya.

Untuk tersebut kami datang di sini buat laporan. Korban sendiri yang buat laporan, dengan keinginan yang kelak semakin lebih buka sudut pandang korban,” katanya.

“Apa yang terjadi di tribune itu yang dapat saksikan korban. Karena korban berada di tribune, sementara faksi kepolisian ada di lapangan tengah stadion,” ikat Anjar.

Selanjutnya, Anjar menjelaskan faksinya kantongi tanda bukti berbentuk ikhtisar klinis korban Bencana Kanjuruhan untuk diberikan ke polisi. Anjar menyangka, Polda Jawa timur tidak menerangkan secara jelas seperti apakah karena cedera korban Kanjuruhan.

Masalahnya korban tidak cuma alami tulang patah. Korban ikut alami mata merah sampai napas sesak. Lebih jauh, Anjar menyentuh pasal yang dipakai Polda Jawa timur untuk tangani kasus ini.

Ia menyebutkan Polda Jawa timur memakai pasal mengenai kelengahan. Sementara, katanya, korban akan membuat laporan dengan pasal yang menyebabkan orang mati, seperti ditata dalam Pasal 338 dan 340 KUHP sampai Pasal 351 ayat 3.

Sementara, Sekjen KontraS Andi Irfan, menerangkan ada sangkaan pembunuhan, pembunuhan merencanakan, penganiayaan sampai wafat, kekerasan pada anak, dan kekerasan pada wanita di Bencana Kanjuruhan.

Menurut dia, pengatasan yang Polda Jawa timur kerjakan sekarang ini tidak bisa menunjukkan semua tindak pidana itu.

“Laporan saat ini, itu untuk sampaikan bukti-bukti yang sejauh ini belum disaksikan secara utuh oleh penyidik polisi di Polda Jawa timur. Faksi bertanggungjawab adalah sudah pasti perwira tertinggi di Polda Jawa timur, yakni kapolda,” kata Andi. Andi ikut memaparkan siapa saja saja yang hendak disampaikan dalam laporan polisi di Bareskrim.

Salah satunya seperti semua polisi di atas lapangan Kanjuruhan, perwira polisi yang pimpin di atas lapangan, sampai perwira polisi yang tidak berada di lapangan tetapi ketahui instruksi berkenaan mobilisasi pasukan di Stadion Kanjuruhan.

Andi menyebutkan Kapolda Jawa timur akan disampaikan. Waktu itu, kapolda dijabat oleh Irjen Nico Afinta. Sekarang, Nico telah dicabut dari kedudukannya. “Polda dan polres. Tertinggi kapolda,” tambah Andi.

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …