KPK Membuka Kesempatan Check Hakim Agung Lain Berkaitan Kasus Suap di MA

KPK Membuka Kesempatan Check Hakim Agung Lain Berkaitan Kasus Suap di MA

Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) buka kesempatan untuk mengecek hakim agung lain dalam penyelidikan kasus suap di Mahkamah Agung (MA).

Adapun sampai sekarang ini, KPK sudah memutuskan Sudrajad Dimyati dan satu hakim agung lainnya sebagai terdakwa suap pengurusan kasus di MA.

“Konsepnya semua info dan data tentu KPK verifikasi dan pelajari ke beberapa saksi,” kata Kepala Sisi Kabar berita KPK Ali Fikri dalam pesan tercatatnya ke reporter, Selasa.

Menurut Ali, panggilan pada hakim agung lain tergantung pada keperluan team penyidik. Disamping itu, pengecekan bergantung pada apa hakim agung itu dipandang mempunyai info yang diperlukan. “Siapa saja itu sama sesuai keperluan penyelidikan tentu kami panggil dan check sebagai saksi,” tutur Ali.

Seperti dijumpai, KPK lakukan tangkap tangan pada hakim yustisial MA, Elly Tri Pangestu, beberapa aparat sipil negara (ASN) di MA, advokat, dan faksi Koperasi Taruh Pinjam Intidana. Mereka diperhitungkan lakukan suap berkaitan pengurusan kasus kasasi Intidana di MA.

Sesudah dilaksanakan gelar kasus, KPK selanjutnya umumkan 10 orang terdakwa dalam kasus ini. Mereka ialah Sudrajad Dimyati, panitera alternatif MA Elly Tri Pangesti, PNS kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie, dan PNS MA Albasri dan Nuryanto Akmal. Mereka diputuskan sebagai yang menerima suap.

Dalam pada itu, terdakwa pemberi suapnya ialah Yosep Parera dan Eko Suparno sebagai pengacara, dan Heryanto dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto sebagai Debitur Koperasi Taruh Pinjam Intidana (ID).

Tidak tertangkap operasi tangkap tangan, Sudrajad Dimyati selanjutnya bertandang ke gedung Merah Putih KPK di hari selanjutnya. Sesudah jalani pengecekan, dia langsung ditahan. Terakhir, Kepala Sisi Kabar berita KPK Ali Fikri umumkan terdakwa kasus itu semakin bertambah. Satu diantaranya sebagai Hakim Agung.

“Memang dengan cara resmi kami belum umumkan siapa yang sudah diputuskan sebagai terdakwa baru pada proses penyelidikan, tetapi satu salah satunya kami memverifikasi benar hakim agung di Mahkamah Agung,” kata Ali seperti ditayangkan Breaking News Kompas TV, Kamis.

Ali mengutarakan, Hakim Agung yang diputuskan sebagai terdakwa pernah jalani pengecekan di KPK. Berdasar catatan Kompas.com, antara belasan saksi yang sudah diundang, dimulai dari staff sampai Sekretaris MA Hasbi Hasan, salah satu Hakim Agung yang diundang ialah Gazalba Saleh pada 27 Oktober.

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …