KPK Tekankan Saksi Kasus Sangkaan Korupsi Lukas Enembe Tidak Bisa Ditemani Kuasa Hukum

KPK Tekankan Saksi Kasus Sangkaan Korupsi Lukas Enembe Tidak Bisa Ditemani Kuasa Hukum

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas jika tidak ada hak dan kewajiban sebagai saksi untuk ditemani kuasa hukum dalam kasus sangkaan korupsi suap dan gratifikasi Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan KPK, Ali Fikri menjelaskan, hal itu sebagai telah ketetapan hukum.

“Berkaitan panggilan KPK ke Anak dan Istri terdakwa LE untuk diminta penjelasannya pada kasus sangkaan tindak pidana korupsi di Propinsi Papua, kami berikan jika dalam ketetapan hukum acara pidana TIDAK ADA HAK MAUPUN KEWAJIBAN untuk saksi untuk ditemani oleh penasihat hukum,” ungkapkan Ali Fikri.

Ia menambah, bila berasa tidak ketahui berkaitan kasus itu, saksi bisa saja memundurkan diri. “Bila tidak paham menahu, karena itu semua penjelasannya silahkan berikan langsung di depan penyidik oleh saksi bukan oleh pihak lain,” katanya.

Ali memperjelas jika panggilan pada pihak keluarga terdakwa, dalam masalah ini anak dan istri Lukas Enembe bukan hanya dalam kasus Lukas, tetapi diaplikasikan pada terdakwa kasus lain.

“Kami tekankan, jika panggilan pada Anak dan Istri LE ini untuk terdakwa lainnya, tidak cuma untuk terdakwa LE,” tegas ia. Maka dari itu, ia mengharap, yang berkaitan koperatif dan datang sesuai agenda.

“Dengan sikap kooperatif ini, karena itu proses penegakkan hukum jadi lebih cepat, efektif, dan efisien. Waktu dan tempat dalam surat panggilan yang sudah kami berikan secara pantas diartikan,” tutupnya.

 

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …