Masalah Ginjal Kronis Menyebar, Kemenkes Perintahkan Apotek Stop Jual Obat Sirup

Masalah Ginjal Kronis Menyebar, Kemenkes Perintahkan Apotek Stop Jual Obat Sirup

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan instruksi semua apotek supaya tidak jual obat bebas atau obat bebas terbatas berbentuk cair untuk beberapa waktu. Perintah ini susul menyebarnya kasus masalah ginjal kronis misteri atau masalah ginjal kronis progresif atipikal yang serang anak-anak, biasanya balita.

Perintah itu tercantum pada Surat Selebaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 mengenai Kewajiban Penyidikan Pandemiologi dan Laporan Kasus Masalah Ginjal Kronis Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak.

“Semua apotek untuk saat ini tidak jual obat bebas dan/atau bebas terbatas berbentuk syrup ke warga sampai dilaksanakan informasi sah dari Pemerintahan sesuai ketetapan ketentuan perundang-undangan,” catat perintah itu.

Perintah yang diberi tanda tangan oleh Plt Direktur Jenderal Servis Kesehatan Murti Utami itu minta supaya beberapa nakes tidak memberi resep obat berbentuk cair untuk beberapa waktu.

“Tenaga Kesehatan pada Sarana Servis Kesehatan untuk saat ini tidak memberi resep beberapa obat berbentuk sediaan cair/syrup sampai dilaksanakan informasi sah dari Pemerintahan sesuai ketetapan ketentuan perundang-undangan,” ucapnya.

Dalam pada itu, jika sudah diketemukan masalah ginjal kronis pada anak, fasyankes harus mengarah pasien itu ke rumah sakit yang mempunyai dokter specialist ginjal anak dan sarana hemodialisis (bersihkan darah) anak.

Referensi perlu dilaksanakan jika fasyankes tidak mempunyai sarana ruang intens berbentuk High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

“Penatalaksanaan pasien oleh rumah sakit merujuk pada Keputusan Direktur Jenderal Servis Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3305/2022 mengenai Tata Seperti dan Management Medis Masalah Ginjal Kronis Atipikal Pada Anak di Sarana Servis Kesehatan,” catat perintah.

Di lain sisi, fasyankes bersama dinas kesehatan (dinkes) di tempat perlu memberi pembelajaran supaya orang-tua lebih siaga, intinya bila mempunyai anak dengan umur di bawah enam tahun yang mempunyai tanda-tanda masalah ginjal.

Tanda-tanda yang penting dicurigai ialah pengurangan volume atau frekwensi urine atau tidak ada urine, tanpa atau dengan demam/tanda-tanda prodromal lain. Bila diketemukan tanda-tanda itu, selekasnya ke arah klinik, rumah sakit, atau sarana kesehatan lain paling dekat.

Tidak konsumsi obat bebas beberapa waktu Disamping itu, untuk penangkalan, orang-tua yang mempunyai anak khususnya umur balita untuk saat ini tidak konsumsi beberapa obat yang didapat secara bebas tanpa saran dari tenaga medis yang kapabel sampai dilaksanakan informasi sah dari pemerintahan.

“Perawatan anak sakit yang menanggung derita demam di dalam rumah lebih memprioritaskan tata seperti non farmakologis seperti memenuhi keperluan cairan, kompres air hangat, dan memakai baju tipis,” terang perintah.

Sebagai info, berdasar data IDAI, ada 192 kasus masalah ginjal kronis misteri di 20 propinsi sampai Selasa. Data ini datang dari cabang IDAI yang ia terima dan sebagai kasus kumulatif semenjak Januari 2022.

pemerinciannya, 2 kasus pada Januari, 2 kasus pada bulan Maret, 6 kasus di bulan Mei, 3 kasus pada Juni, 9 kasus pada bulan Juli, 37 kasus pada bulan Agustus, dan 81 kasus pada bulan September.

Menurut sebarannya, kasus masalah ginjal kronis (acute kidney injury/AKI) terbanyak menyebar di DKI Jakarta dengan keseluruhan capai 50 kasus.

Dituruti Jawa Barat sekitar 24 kasus, Jawa Timur 24 kasus, Sumatera Barat 21 kasus, Aceh 18 kasus, dan Bali 17 kasus, dan propinsi yang lain sekitar di antara 1-2 kasus. Pasien masih dikuasai oleh bayi di bawah umur 5 tahun (balita).

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …