Masalah Status KLB Gagal Ginjal Kronis, Muhadjir: Masih Diatasi Menteri kesehatan dan BPOM

Masalah Status KLB Gagal Ginjal Kronis, Muhadjir: Masih Diatasi Menteri kesehatan dan BPOM

Menteri Koordinator Sektor Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, sekarang ini penyakit gagal ginjal kronis pada anak masih ditangai oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Tubuh Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ini dikatakannya saat jawab pertanyaan apa pemerintahan akan meningkatkan status pengatasan penyakit ini jadi peristiwa hebat (KLB) kesehatan.

“Pak Menteri kesehatan itu, sementara masih diatasi Pak Menteri kesehatan dan BPOM,” tutur Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan.

Menurut Muhadjir, ia telah mendapatkan laporan berkenaan penyakit itu. Tetapi, faksinya harus mengundang beberapa stakeholders berkaitan untuk mengulasnya.

Khususnya berkaitan dengan beberapa obat sirup yang dihubungkan dengan gagal ginjal kronis pada anak. “Karena saya harus ngundang dengan Menteri Perdagangan, Kementerian Perindustrian.

Khususnya karena peluang ini bahan bakunya import, bahkan bisa saja obatnya tersebut import,” terang Muhadjir.

“Selanjutnya dalam negeri perlu kita ikutsertakan Kementerian Perindustrian bagaimana supervisinya pada industri-industri lokal yang saat ini diduga sebagai penyebab gagal ginjal kronis itu,” sambungnya.

Sebelumnya telah dikabarkan, beberapa obat sirup terhitung obat batuk sirup dan parasetamol sirup semakin disoroti saat kasus masalah ginjal kronis (acute kidney injury/AKI) misteri atau masalah ginjal kronis progresif atipikal serang anak-anak.

Sangkaan ini berawal saat ada kasus sama di Gambia. Di negara tersebut, beberapa puluh anak wafat karena gagal ginjal selesai konsumsi obat parasetamol sirup bikinan Maiden Pharmaceutical Ltd, India.

Ke-4 obat batuk yang diartikan, Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lalu mempelajari selanjutnya sangkaan-dugaan yang ke arah pada masalah ginjal kronis bersama beberapa faksi, mencakup Tubuh Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Pakar Pandemiologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Farmakolog, dan Puslabfor Polri.

Dalam perubahannya, BPOM mendapati lima tipe obat yang memiliki kandungan cemaran etilen glikol melewati tingkat batasan yang telah ditetapkan.

Kepala BPOM Penny Lukito sampaikan, faksinya sudah memerintah cara seterusnya sebagai tindak lanjut pada lima sirup obat yang memiliki kandungan EG melalui tingkat batasan aman. Dia memperjelas, faksinya sudah memerintah industri farmasi pemilik ijin beredar untuk lakukan pembasmian obat-obat itu.

“BPOM sudah lakukan tindak lanjut dengan memerintah ke industri farmasi pemilik ijin beredar untuk lakukan penarikan sirup obat dari peredaran di semua Indonesia dan pembasmian untuk semua bets produk,” tutur Penny.

Penarikan meliputi semua toko, diantaranya pedagang besar farmasi, instalasi farmasi pemerintahan, apotek, instalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, klinik, toko obat, dan praktek berdikari tenaga medis.

Ke-5 obat yang diartikan yaitu Termorex Sirup (obat demam), Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Demam Sirup (obat demam) dan Unibebi Demam Drops (obat demam) Walau demikian, hasil tes cemaran etilen glikol pada obat-obat itu tidak bisa memberikan dukungan ringkasan jika pemakaian sirup obat itu mempunyai keterikatan dengan peristiwa gagal ginjal kronis.

Karena, masih tetap ada beberapa penemuan yang sedang ditelaah dan dijelajahi selanjutnya.

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …