Menteri kesehatan Sebutkan Masalah Ginjal Kronis Misteri Peluang Besar karena Cemaran Etilen Glikol

Menteri kesehatan Sebutkan Masalah Ginjal Kronis Misteri Peluang Besar karena Cemaran Etilen Glikol

Menteri Kesehatan (Menteri kesehatan) Budi Gunadi Sadikin sampaikan, kasus masalah ginjal kronis misteri (acute kidney injury/AKI) kemungkinan disebabkan karena cemaran zat beresiko, terhitung etilen glikol dalam obat sirup.

Ini yang membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) percaya memberikan instruksi tenaga kesehatan dan apoteker tidak untuk memberi resep atau jual obat sirup beberapa waktu, sampai ada kejelasan pemicunya.

“Meskipun belum 100 % tahu, yang beresiko dan tidak, tetapi kita kurang lebih sudah mengetahui. Kita 75 % sudah mengetahui kurang lebih yang akibatkan (AKI) itu, (karena zat kimia beresiko) ini,” kata Budi dalam pertemuan jurnalis di Jakarta.

“Kita melarang untuk diresepkan dan kita melarang untuk dipasarkan di apotek-apotek,” ikat Budi. Budi sampaikan, ada kuat dugaan yang ke arah pada cemaran etilen glikol tecermin dari pasien masalah ginjal kronis misteri di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Sesudah ditelaah dan dicheck oleh beberapa dokter, 7 dari 11 pasien mempunyai zat kimia beresiko dalam badannya, mencakup etilen glikol, dietilen glikol, dan etilen glikol butyl ether/EGBE. Senyawa kimia ini sanggup membuat ginjal hancur.

Masalahnya ke-3 senyawa itu memacu ada kalsium oksalat pada tubuh dan seterusnya jadi kristal-kristal dalam ginjal.

“Jika masuk ke ginjal jadi kristal kecil tajam-tajam hingga hancur ginjalnya. Nach, 7 dari 11 balita (di RSCM) rupanya ada senyawa kimia. Rupanya ginjal-ginjalnya hancur karena ada kalsium oksalat,” papar Budi.

“Jadi konfirm karenanya lebih dari 50 % jika ini disebabkan karena senyawa kimia,” ikat ia.

Selanjutnya Budi menyebutkan, sekarang ini Kemenkes bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah mempelajari beberapa puluh obat sirup yang dimakan pasien masalah ginjal kronis misteri. Beberapa obat itu didapatkan dari rumah pasien. Faksinya telah bertandang ke 156 rumah dari 241 pasien.

“Kita kunjungi semua beberapa rumah itu. Dari 241 (pasien), kita telah tiba ke 156. Dari 156 itu kita telah mendapati obat-obat yang berada di almari keluarga ini yang macamnya sirup,” terangnya. Sebagai info, kasus masalah ginjal kronis capai 241 kasus di 22 propinsi sampai Jumat.

Angkanya bertambah dari awal sebelumnya 206 kasus pada Selasa. Jumlah meninggalnya capai 133 orang atau 55 %. Kematian pada kasus masalah ginjal kronis progresif atipikal ini tidak naik tinggi dalam sekejap selesai mencapai puncak pada Agustus 2022.

Sebagai wujud kesiagaan, Kemenkes ambil langkah konvensional memberikan instruksi apotek dan dokter tidak untuk jual atau memberi resep obat sirup. Terbaru pada , Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendapati 5 sirup obat batuk/parasetamol yang memiliki kandungan cemaran etilen glikol melewati tingkat batasan yang telah ditetapkan. Penemuan ini ada selesai lakukan sample pada 39 bets dari 26 sirup obat.

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …