Pemerintahan Habiskan Rp 175,36 Triliun untuk Bangun Rumah Rakyat

Pemerintahan Habiskan Rp 175,36 Triliun untuk Bangun Rumah Rakyat

Pemerintahan benar-benar memiliki komitmen untuk memberi tempat tinggal pantas ke semua masyarakat Indonesia Ini bisa dibuktikan dengan peruntukan Bujet Penghasilan dan Berbelanja Negara (APBN) yang capai Rp 175,36 triliun khusus cuma untuk tempat tinggal.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menerangkan, minimal sepanjang dua tahun beruntun, dalam APBN dibujetkan dana Rp 175,36 triliun untuk menolong warga mempunyai rumah mimpi.

“Rp175,36 triliun dana APBN #UangKita (2021-2022) memberi support akses perumahan untuk warga berpenghasilan rendah,” kata Sri Mulyani diambil dari account instagramnya @smindrawati, Jakarta,

Dana itu diteruskan lewat kementerian dan instansi yang terkait dengan perumahan. Ia menguraikankan sekitar Rp 32,2 triliun APBN diteruskan ke Kementerian Tugas Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membenahi 1,13 juta rumah.

Selanjutnya sekitar Rp 79,9 triliun untuk likuiditas pendanaan 1,169 juta rumah warga berpenghasilan rendah (MBR). Lantas Rp 7,8 triliun berbentuk penanaman modal di PT SMF untuk pendanaan 421.650 rumah.

Tidak itu saja, Pemerintahan menambahkan modal 2 BUMN untuk penuhi keperluan pendanaan perumahan warga. Ke Bank BTN pemerintahan memberi tambahan modal sejumlah Rp2,48 triliun dan Perum Perumnas sekitar Rp 1,57 triliun.

“Pemerintahan memberi subsidi rumah dan bantuan uang muka untuk warga berpenghasilan rendah,” katanya.

Hasil Pajak

Di lain sisi, Sri Mulyani menjelaskan pembangunan perumahan sudah memberi imbas multiplier. Karena karena ada pembangunan, rumah dapat membuat peluang kerja, dan mengusung bidang UMKM.

Beragam pendanaan itu datang dari APBN hasil penghimpunan pajak oleh pemerintahan. Untuk merealisasikan pembangunan, karena itu pemakaian pajak diberi secara berkeadilan dengan macam program yang dipunyai pemerintahan.

“APBN – pajak anda ialah alat merealisasikan keadilan sosial untuk semua rakyat Indonesia. Rakyat yang kurang kuat ditolong, rakyat yang kuat menolong dengan bayar pajak,” katanya.

Bendahara negara ini memaparkan aktualisasi pemakaian APBN untuk membuat rumah rakyat. Lewat dana berguling untuk Fasilitas Likuiditas Pendanaan Perumahan Rakyat (FLPP) semenjak tahun 2010 sudah capai Rp87,6 triliun.

Terbagi dalam Bujet FLPP untu 1.169.579 rumah sebesar Rp100,32 triliun. PMN pada PT SMF Rp7,8 triliun untuk 421.650 rumah sebesar Rp15,04 triliun.

Subsidi Uang Muka

Lewat bujet Kementerian PUPR sepanjang empat tahun sejumlah Rp 36,22 triliun. Bujet tahun 2018-2022 ini sudah dipakai untuk membenahi rumah warga sekitar 1.139.654 unit.

Pemerintahan memberi subsidi bantuan uang muka Rp 774 miliar /tahun untuk 186.174 MBR /tahun. Ada pula subsidi beda bunga Rp2,57 triliun pada 2022 untuk 769.903 rumah MBR.

APBN diteruskan lewat PNM ke bank BTN sejumlah Rp2,48 triliun pada 2022. Ke Bank Tanah Rp1,5 trilliun pada 2021 dan 2022. Dan ke Perum Perumnas sejumlah Rp1,57 triliun di tahun 2022.

“Berikut Gotong Royong, untuk persatuan Indonesia yang maju, adil dan sejahtera,”ujarnya.

 

About admin

Check Also

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana

Berikan Kuliah Umum di AAL, Wakil presiden Meminta Taruna Rendah Hati sampai Tambahkan Wacana Wakil …