Pengusutan Kasus Lukas Enembe Disuruh Gunakan Hukum Tradisi, ICW: Yang Dilacak Gubernur, Bukan Kepala Suku

Pengusutan Kasus Lukas Enembe Disuruh Gunakan Hukum Tradisi, ICW: Yang Dilacak Gubernur, Bukan Kepala Suku

Periset Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana memandang pengecekan yang harusnya ditempuh oleh Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai terdakwa dalam kasus sangkaan korupsi APBD dan gratifikasi tidak mempunyai hubungan dengan statusnya sebagai kepala suku.

Menurutnya, team kuasa hukum Enembe harus dapat pahami Enembe diputuskan jadi terdakwa dalam kemampuan sebagai gubernur Papua yang tidak berkaitan dengan predikat sebagai seorang kepala suku.

“Advokat Saudara Lukas harus juga pahami jika KPK sekarang ini sedang menginvestigasi sangkaan tindak pidana korupsi yang sudah dilakukan oleh gubernur, bukan seorang kepala suku,” kata Kurnia dalam penjelasannya

Menurut Kurnia, karena KPK menyelidik bukan berdasar predikat Enembe sebagai kepala suku, karena itu argumen kuasa hukumnya agar pengecekan dilaksanakan sama sesuai hukum tradisi Papua tidak dapat dilaksanakan.

“Jadi tidak ada hubungan apa saja proses hukum tradisi dengan proses pidana yang sekarang ini sedang digerakkan oleh KPK,” sebut Kurnia.

“Indonesia Corruption Watch mengharap advokat saudara Lukas Enembe segera beli buku mengenai hukum pidana dan membacanya secara perlahan-lahan supaya selanjutnya bisa pahami secara utuh bagaimana jalur pengatasan satu kasus,” ikat Kurnia.

Awalnya, salah satunya kuasa hukum Enembe, Aloysius Renwarin, mengatakan, ada keinginan agar KPK lakukan pengecekan pada Enembe secara tradisi di atas lapangan di Papua.

Menurutnya, keinginan itu disodorkan oleh warga tradisi Papua. Karena, pada 8 Oktober 2022, kata Renwarin, Enembe diputuskan sebagai kepala suku besar oleh dewan tradisi Papua yang terbagi dalam 7 suku.

Maka dari itu, semua kasus yang membelit Lukas Enembe akan diolah secara tradisi.

“Memiliki arti semua masalah akan diarahkan ke tradisi yang ambil sama sesuai hukum tradisi yang berjalan di tanah Papua,” ucapnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Aloysius mengutarakan, keputusan itu berlaku untuk pengecekan KPK pada istri Lukas, Yulce Wenda dan anaknya, Astract Bona Timoramo Enembe.

KPK disuruh harus mengecek anak dan istri Lukas Enembe di Papua. Menurut dia, budaya Papua membuat perlindungan wanita dan anak.

“Apa lagi dicheck seorang bapaknya, itu diproteksi, tidak dapat sembarangan nyelonong sesuai ketentuan yang ada,” katanya.

KPK memutuskan Enembe sebagai terdakwa sangkaan korupsi Bujet Penghasilan dan Berbelanja Wilayah (APBD) dan gratifikasi semenjak 5 September 2022.

Disamping itu, KPK ajukan keinginan penangkalan melancong ke luar negeri pada Enembe ke Direktorat Jenderal Imigrasi.

Selainnya dilarang melancong ke luar negeri, beberapa rekening sejumlah Rp 71 miliar yang diperhitungkan berkaitan dengan Lukas Enembe sudah dikunci oleh Pusat Laporan dan Analitis Transaksi bisnis Keuangan (PPATK).

Bahkan juga rekening istri Enembe ikut dikunci atas keinginan KPK Namun, pengecekan pada Enembe terhalang.

Walau sebenarnya, instansi anti-korupsi itu telah 2x melontarkan panggilan pengecekan sebagai terdakwa ke Enembe.

KPK panggil Lukas Enembe untuk dicheck sebagai terdakwa pada 12 September lalu, tapi ia tidak datang dengan argumen sakit.

Selanjutnya, KPK mengagendakan pengecekan ke-2 dengan mengirimi surat panggilan ke-2 ke Lukas Enembe supaya ia datang untuk dicheck di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada 25 September 2022.

Namun, Enembe kembali tidak datang dalam pengecekan ke-2 karena argumen kesehatan.

Dalam penyelidikan, KPK ikut melontarkan panggilan pengecekan ke anak dan istri Enembe, yakni Yulice Wenda dan Astract Bona Timoramo Enembe sebagai saksi pada 5 Oktober 2022.

Tetapi, ke-2 nya pun tidak penuhi panggilan pengecekan. KPK pernah sampaikan agar beberapa pihak yang diundang dalam hubungan pengecekan kasus penuhi undangan.

Bahkan juga, KPK mengingatkan agar tidak boleh ada beberapa pihak yang memengaruhi saksi atau akan dijaring dengan pasal menghadang penyelidikan.

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …