Polda Riau Bongkar Praktek Pengoplosan Gas Elpiji Bersubsidi

Polda Riau Bongkar Praktek Pengoplosan Gas Elpiji Bersubsidi

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Riau membedah sindikat pengoplosan gas elpiji 3 kg. Polisi tangkap 5 orang pelaku dalam kasus itu.

“Dari 5 pelaku, satu salah satunya sebagai owner berinisial TAN (56). Dan empat pelaku yang lain sebagai karyawan, yaitu SAL (50), NFT (24), SF (53), dan HDL (36). Mereka ada masyarakat Pekanbaru dan Medan, Sumatera Utara,” tutur Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto di Mapolda Riau.

Petugas menyergap tempat pelaku lakukan pengoplosan gas elpiji di suatu ruko di Jalan Tanjung Batu, Kelurahan Pesisir, Kecamatan Limapuluh Kota Pekanbaru.

Awalannya, polisi mendapatkan info dari masyarajat berkaitan pengoplosan gas elpiji 3 kg subsidi ke gas elpiji 5,5 dan 12 kg. Selanjutnya, petugas lakukan penangkapan. “Beberapa pelaku telah berlaga 2,lima bulan. Pendapatan mereka telah Rp 500 juta,” terang Sunarto.

Dalam pada itu, Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Riau Kompol Edi Karunia Mulyana menjelaskan, mereka lakukan penyidikan sepanjang 1 bulan. Sesudah info benar, petugas langsung menyergap gudang itu.

“Beberapa pelaku ini beli gas elpiji 3 kg subsidi di beberapa warung dan dihimpun ke ruko. Selanjutnya, gasnya dipindah ke tabung yang besar ukuran 5,5 dan 12 kg memakai mesin,” kata Edi. Sesudah dipindah, tabung gas elpiji yang dioplos dipasarkan pada harga non subsidi. Tabung gas yang mahal itu dipasarkan ke beberapa agen tidak sah.

“Mereka jual gas di atas HET (harga ketengan paling tinggi). Tabung gas 5,5 kg dipasarkan Rp 120.000 dan tabung gas 12 kg Rp 230.000,” kata perwira menengah lulusan Akpol 2005 itu. Dan HET gas elpiji yang diputuskan pemerintahan ukuran 3 kg Rp 18.000, 5,5 kg Rp 104.000 dan tabung 12 kg Rp 215.000. “Kenapa mahal dipasarkan pelaku, karena barang (gas) ini susah didapatkan,” katanya. Beberapa pelaku akui jual gas oplosan ini masih di daerah Pekanbaru.

Petugas mengambil alih beberapa tanda bukti kejahatan yang sudah dilakukan beberapa pelaku. Salah satunya, beberapa ratus tabung gas warna biru dan pink yang berisi dan ada yang telah kosong, beberapa ribu pelastik segel tertulis PT. Sinar Kerinci Kekal, satu unit timbangan, belasan selang connector sampai mesin compressor. “Ke-5 pelaku dijaring dengan UU Migas dan UU Cipta Kerja. Sanksi hukuman di ataa enam tahun penjara dan denda Rp 60 miliar,” pungkasnya.

Dalam pada itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Ferry Irawan menambah, beberapa pelaku ini bekerja pada tempat terbuka. Ia mengatakan, pelaku bekerja seakan seperti agen gas elpiji yang sah. “Jadi saat anggota tiba ke TKP (tempat peristiwa kasus), tempatnya itu ibarat agen gas. Tetapi, sesudah masuk ke ruko, mereka sedang bekerja dan cepat-cepat simpan perlengkapan perpindahan gas,” kata Ferry.*

 

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …