Profile Guntur Hamzah, Hakim MK Alternatif Aswanto Saran DPR

Profile Guntur Hamzah, Hakim MK Alternatif Aswanto Saran DPR

Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK) Muhammad Guntur Hamzah dipilih gantikan Aswanto sebagai hakim konstitusi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Dengan begitu Guntur jadi hakim MK dari saran DPR. Guntur terlahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1965. Dia tempuh pendidikan sekolah dasar di Kota Makassar dan lulus pada 1976.

Guntur lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) Irnas, Makassar tahun 1980. Selanjutnya, lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I, Makassar pada 1983.

Dia mengenyam pendidikan sarjana hukum di Fakultas Hukum, Jurusan Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Hasanuddin, Makassar sampai lulus tahun 1988.

Sesudahnya, Guntur lulus magister hukum di program study HTN Universitas Padjadjaran, Bandung pada 1995.

Lalu, Guntur lulus program doktor Ilmu Hukum dari Universitas Airlangga, Surabaya dengan predikat/yudisium “Cum Laude” pada 2002.

Guntur menduduki jabatan akademik Guru Besar di bagian Hukum Administrasi Negara dan Hukum Tata Negara pada Fakultas Hukum Unhas semenjak Februari 2006.

Dia pernah menjabat tugas-tugas akademik seperti Ketua Bagian Hukum Administrasi Negara (HAN) Fakultas Hukum Unhas. Lantas, Sekretaris Program Doktor Ilmu Hukum Program Pascasarjana Unhas,

Selanjutnya Ketua Program Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Unhas, dan Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Unhas.

Guntur berkarier di luar universitas. Dia pernah mendapatkan tugas sebagai Legislative Drafter pada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun 2003 dan jadi anggota Tim Ahli Unit Pengelola Reformasi Birokrasi Nasional (UPRBN) tahun 2010.

Pada 2011-2012, Guntur menjabat sebagai Tenaga Ahli pada Direktorat Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, Reviewer Jurnal, Buku Ajar, dan Penelitian pada Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DP2M) DIKTI Kementerian Pendidikan Nasional pada 2007-2015.

Dia menjabat sebagai Kepala Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi pada Mahkamah Konstitusi (MK). Selanjutnya, menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian, Pembahasan Perkara, dan Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Pada akhirnya, Guntur menjabat sebagai Sekretaris Jenderal MK pada 2015.

Guntur juga sudah mendapatkan beberapa penghargaan, seperti Satya Lencana Karya Satya pada 17 Agustus 2009 dan Satya Lencana Karya Satya pada 2 Mei 2013.

Berdasar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2017, Guntur mempunyai total kekayaan capai Rp4.920.239.601 (Rp4,9 miliar).

Dia terdaftar mempunyai tanah dan bangunan dengan nilai Rp1.978.352.000. Lantas, alat transportasi dan mesin sebesar Rp458.500.001.

Selanjutnya, harta bergerak yang lain Rp113.450.000 serta Kas dan Setara Kas Rp2.369.937.600. Guntur tercatat tidak mempunyai utang.

 

About admin

Check Also

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan

Ganjar Cat Rambut Hitam, PDIP Sebutkan Satu Hati dengan Puan Ketua DPP PDIP Said Abdullah …